Kawasan Menteng yang bersejarah memiliki populasi warga senior yang cukup besar, dan hal ini mendorong munculnya layanan Geriatri Aktif yang diinisiasi oleh Puskesmas Kecamatan Menteng. Program ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan kesehatan fisik dan mental para lansia, memastikan mereka tetap mandiri, produktif, dan bahagia di usia senja. Alih-alih hanya mengobati penyakit degeneratif, puskesmas fokus pada pencegahan dan pemeliharaan kualitas hidup melalui pendekatan yang hangat, kekeluargaan, dan berbasis komunitas yang sangat kental di wilayah Menteng.
Komponen utama dari Geriatri Aktif adalah kegiatan olahraga rutin yang disesuaikan dengan kemampuan fisik lansia, seperti senam jantung sehat dan yoga kursi. Selain itu, puskesmas menyediakan layanan pemeriksaan rutin untuk penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan asam urat secara jemput bola ke klub-klub lansia di tingkat RW. Para dokter dan perawat di Menteng dilatih khusus untuk berkomunikasi dengan pasien geriatri, memberikan penjelasan medis yang mudah dipahami serta bimbingan mengenai pengaturan pola makan yang rendah garam dan rendah gula tanpa mengurangi kenikmatan makan.
Selain kesehatan fisik, program Geriatri Aktif juga sangat peduli pada aspek kognitif dan sosial para lansia. Puskesmas sering mengadakan kelas “Senam Otak” dan forum diskusi ringan untuk mencegah kepikunan atau demensia. Pertemuan rutin ini menjadi wadah bagi warga senior untuk bersosialisasi dengan teman sebaya, sehingga mereka terhindar dari rasa kesepian dan depresi yang sering menyerang di hari tua. Dengan memiliki komunitas yang suportif, para lansia di Menteng merasa tetap dihargai dan memiliki peran dalam lingkungan sosialnya, yang berdampak langsung pada kestabilan tekanan darah dan kesehatan mental mereka.
Dukungan teknologi juga mulai diperkenalkan dalam layanan Geriatri Aktif melalui aplikasi pemantauan kesehatan sederhana yang bisa diakses oleh keluarga atau pendamping lansia. Puskesmas Menteng juga memiliki tim home care yang siap mengunjungi warga senior yang memiliki keterbatasan mobilitas untuk mendapatkan perawatan medis di rumah. Dedikasi tinggi dari para tenaga kesehatan ini membuat Menteng menjadi wilayah yang ramah lansia. Inisiatif ini membuktikan bahwa menua bukanlah halangan untuk tetap aktif dan bermanfaat bagi lingkungan jika didukung oleh sistem layanan kesehatan publik yang responsif dan empati.